6390bbbf7cc6b

Dasamuka Lahir, Ngamuk Hingga Asal Usul Segala Kutukan Yang Diterimanya | Kakawin Arjuna Wijaya #2

YouTube video
Dasamuka lahir, ngamuk hingga segala kutukan yang diterimanya menjadi materi kita kali ini. Hanya saja, kali ini kami akan menyajikan kisah Rahwana tersebut menggunakan versi Kakawin Arjuna Wijaya karya Empu Tantular era Majapahit.

Sering terjadi kakawin arjuna wiwaha disamakan dengan kakawin arjuna wijaya, padahal dua kakawin itu berbeda secara keseluruhan. Mulai dari penulis hingga lakon di dalamnya. Tokoh dalam Kakawin Arjuna Wijaya adalah Prabu Dasamuka atau Rahwana yang berhadapan dengan Arjuna Sasrabahu (perlu dicatat, tokoh ini bukan Arjunanya Pandawa dalam Mahabharata). Singkatnya, Arjuna Wijaya mengangkat cerita yang terjadi jauh sebelum kisah Ramayana. Dalam kisah ini diceritakan masa sebelum Dasamuka lahir, hingga kesukaan Dasamuka ngamuk dan mengganggu ketentraman hingga membuat Arjuna Sasrabahu terpaksa memberi pelajaran. Sayangnya pelajaran itu tidak sampai membuat Dasamuka gugur.

Baca Juga :   Asal Usul Banyuwangi #1 Versi Adaptasi Cerita Rakyat dan Kisah Legenda Nusantara

KUTUKAN DASAMUKA

EPSD 2: https://youtu.be/MZxWzRVPRa4 | Terbit 12 Maret 2022 -19.00 WIB

Baca Juga :   Perjalanan Lakon - Cerita Mahabarata dan Ramayana di Tanah Jawa | Animasi Wayang

Channel ini merupakan jaringan Jagad Mandala.
Dukungan riil dan traktiran ngopi kami satukan di :
https://karyakarsa.com/traktirkamingopijagadmandala
atau di : https://saweria.co/jagadmandala

TENTANG FOOTAGE :
1) Penggunaan footage milik kami wajib meminta ijin lebih dahulu melalui email :
[email protected]
2) Kami juga menyediakan footage tanpa watermark (non fx noise) 1080 p untuk digunakan media tv

Baca Juga :   Sejarah kerajaan Singasari dan riwayat raja-raja yang memerintah dari awal hingga akhir.

KAMI BERHAK UNTUK :
Menghapus komentar tidak mendidik, menista suatu golongan atau atas pertimbangan kenyamanan publik lainnya. Kami ingin tiap komentar di channel ini ramah bagi segala usia.

Tujuan channel ini adalah mengangkat ulang wacana kebudayaan lokal, demi menjaga kemajemukan yang telah menjadi takdir bangsa ini. Sudut pandang yang berbeda tidak masalah karena suatu wacana memang selalu punya dua sisi yang berbeda.